blog

Footballer’s Enemy = Injury (Bagian 4)

01 Jul 2015 - www.thefootballicious.com




Latihan stabilitas ankle seperti yang dibahas di artikel sebelumnya Bagian 3 sangat perlu dilakukan agar cedera tidak gampang terjadi. Hanya saja faktor stabilitas ini bukan satu- satunya faktor yang mencegah terjadinya cedera, masih ada latihan lain yang menunjang seperti latihan kekuatan otot, latihan fleksibilitas, latihan mobilitas, latihan refleks dan sebagainya.

Saya tidak akan membahas cara membangun pola latihan di sini tetapi akan lebih melihat faktor pasif apa yang menunjang stabilitas atau kekuatan kaki, yakni sepatu.

Ketika kita membahas sepatu dalam konteks cedera posisi kaki secara keseluruhan yang harus diperhatikan adalah :
- Posisi kaki saat menapak di lantai atau lapangan harus ada secara keseluruhan bukan hanya dalam posisi jinjit atau menumpu di tumit atau lebih memilih untuk menapak di posisi kaki yang lainnya.
- Tekanan kaki ke lantai harus ada bukan hanya menyentuh ringan saja.
- Tipe sepatu dan grip (yang dimaksud ialah adanya studs, jenis studs, blades atau tergantung jenis dari sepatunya apakah ada bentuk pendukung lain yang menunjang)

Pada saat bermain bola akan ada faktor eksternal yang mempengaruhi posisi dan stabilitas kaki baik untuk kaki yang menendang maupun yang menjadi tumpuan. Secara lebih spesifik faktor yang berupa salah menendang atau ditendang lawan ini memiliki pengaruh terhadap tekanan di jari kaki, kaki, dan ankle pada saat menendang bola atau bertumpu. Oleh sebab itu sepatu bola yang ideal yang bisa digunakan dapat berupa:
- Memiliki grip dan traction yang bagus agar bisa menambah kecepatan dengan cepat.
- Memiliki dasar yang bagus dan kuat yang dapat memberi dukungan terhadap stabilitas kaki.
- Sepatu ini dapat mendistribusikan beban tubuh di seluruh sepatu sehingga dampak yang terjadi berkurang.
- Dapat menjadi shield atau pelindung sehingga kaki dan jari-jari kaki terjaga dari cedera saat menendang bola atau bila terkena sepakan sepatu dari kaki lawan.
- Nyaman dan fleksibel.

Sepatu sepakbola modern dibuat agar ada gerakan yang luas dan nyaman di kaki untuk menambah fleksibilitas pergerakan dari kaki. Ini tentu saja sangat baik dibandingkan dengan sepatu bola tua dimana ujungnya depannya sangat keras dan bagian samping yang tinggi sehingga kaki benar-benar terjaga. Masalah sepatu bola yang lama ialah kurangnya fleksibilitas dan mobilitas di dalam sepatu.

Pertanyaannya di sini ialah apakah dengan design sepatu bola yang modern cedera dapat dihindari terutama di bagian ankle? Atau apakah justru akan menimbulkan cedera di bagian lain seperti misalnya peningkatan dari jumlah cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) karena pada saat melakukan full extension dari kaki, rotasi yang terjadi di ankle menjadi lebih besar?

Tentu saja tidak bisa kita menyalahkan sepatu sebagai bentuk sebuah cedera karena faktor-faktor seperti posisi saat bermain, intensitas permainan, level dari pertandingan, tehnik yang terlibat dan yang terutama pola dari sebuah cedera. Sepatu bola akan selalu menjadi bagian dari permainan sepakbola. Yang terpenting yang harus dilakukan di dalam memilih sebuah sepatu sepakbola ialah agar sepatu itu cocok di kaki, tidak kebesaran atau kekecilan, sepatu itu sudah harus dipakai terlebih dahulu sebelum diajak berlari di lapangan dan yang terpenting pilihlah sepatu sesuai dengan kecocokan kaki anda bukan karena jenis atau trend sepatu yang dipakai.

Di bagian terakhir saya akan membahas hubungan antara lower back dan cedera kaki. See u soon

Penulis : Matias Ibo (@MatiasIbo)

Editor : Aji Wibowo (@Adjiok)

Matias Ibo adalah Sport Physio, Sport Exercise + Nutrition, Lower Limb Specialist and Sport Consultant

Baca 5 series artikel ini :
- FOOTBALLER’S ENEMY = INJURY (BAGIAN 1)
- FOOTBALLER’S ENEMY = INJURY (BAGIAN 2)
- FOOTBALLER’S ENEMY = INJURY (BAGIAN 3)
- FOOTBALLER’S ENEMY = INJURY (BAGIAN 4)

Search


Top Posts

Twitter

Twitter Footballicious Facebook Footballicious Youtube Footballicious Linkedin Footballicious