blog

Footballer’s Enemy = Injury (Bagian 3)

10 Jun 2015 - www.thefootballicious.com




Pada bagian 2 kita membahas sedikit mengenai cedera lower limb. Di bagian ketiga ini kita akan menyambung dengan pembahasan ankle.



Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, persendian ankle sangatlah rumit bila mengalami cedera. Gambar di samping menunjukkan kaki yang terdiri dari banyak sekali persendian, tulang-tulang kecil dan juga kumpulan ligament yang menjaga stabilitas kaki. Dengan mudah dapat disimpulkan bahwa masalah di ankle itu pada seorang pesepakbola itu akan berurusan dengan ligament dan persendian dari tulang kaki. Dari sinilah muncul kata “goyang”.

Persendian yang baik adalah persendian yang dengan efisien dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dalam konteks sepakbola pergerakan yang terjadi di ankle itu seperti gerakan percepatan yang disusul dengan rem mendadak, adanya perubahan haluan ke kiri dan kanan secara cepat, ada gerakan meloncat, mendarat satu kaki, posisi saat melakukan sliding, dan lain2. Dalam pengertian secara logis yang dipikirkan di sini ialah bahwa kekuatan otot kaki harus diperkuat. Nah ini benar tetapi ada batasannya karena otot hanya berperan kecil dalam menjaga stabilitas sebuah persendian. Ligamenlah yang memiliki tugas untuk menjaga agar 2 tulang terhubung dengan baik dan kuat. Di ankle kita tidak membicarakan hubungan antara 2 tulang seperti misalnya di lutut tetapi hubungan antara 2-5 atau tulang sekaligus yang berperan di dalam sebuah pergerakan.

Pergerakan yang terjadi di sebuah persendian atau lebih membutuhkan system kerja yang sinergis, artinya semua ligamen yang berhubungan dengan persendian itu harus memiliki reflex dan stabilitas yang kuat. Karena pergerakan di dalam sepakbola itu tidak monoton atau bergerak ke semua arah maka latihannya pun tidak bisa bersifat monoton. Gerakan-gerakan yang terjadi di dalam sepakbola harus diimitasi untuk dilakukan pada saat latihan. Latihan stabilitas ankle dapat digambarkan demikian.



Yang jangan dilakukan
- Gerakan inversi melipat kaki ke dalam (gambar paling atas)
- Gerakan eversie (melipat kaki ke luar)

Alasannya sangat mudah: gerakan ini bersifat melenturkan bukan menguatkan, akibatnya bila terlalu sering dilakukan maka bukan stabilitas ankle yang didapat tetapi instabilitas.

Beberapa gerakan yang dilakukan untuk meningkatkan stabilitas ialah:

- Berdiri jinjit
- Berdiri di tumit
- Melakukan gerakan meloncat ke depan dan mendarat di 1 kaki lalu ditahan selama 6 detik sebelum berdiri 2 kaki
- Lari zig-zag sejauh 10 meter dengan posisi kaki jinjit
- Hopping  loncat setinggi mungkin dan mendarat satu kaki dengan lutut terkunci.

Ini beberapa latihan dasar stabilitas dari ankle yang bisa dilakukan dari sekian puluh latihan. Sekarang bagaimana dengan sepatu yang tepat atau solnya? Apakah sepatu dapat membuat cedera? Kita akan bahas ini di edisi berikutnya


klik untuk memperbesar gambar


Penulis : Matias Ibo (@MatiasIbo)

Editor : Aji Wibowo (@Adjiok)

Matias Ibo adalah Sport Physio, Sport Exercise + Nutrition, Lower Limb Specialist and Sport Consultant

Baca 5 series artikel ini :
- FOOTBALLER’S ENEMY = INJURY (BAGIAN 1)
- FOOTBALLER’S ENEMY = INJURY (BAGIAN 2)
- FOOTBALLER’S ENEMY = INJURY (BAGIAN 3)
- FOOTBALLER’S ENEMY = INJURY (BAGIAN 4)

Search


Top Posts

Twitter

Twitter Footballicious Facebook Footballicious Youtube Footballicious Linkedin Footballicious