blog

Hak Penamaan Stadion (Bagian 1) : Alasan Pendorong

20 May 2015 - www.thefootballicious.com




Minat dan niat terbesar para pelaku sepak bola modern adalah mencari pendapatan sebesar-besarnya, sehingga menghasilkan untung yang sebesar-besarnya.

Klub-klub Eropa terutama, sejak diimplementasikannya UEFA Financial Fair Play pada musim 2011-12 dipaksa untuk kreatif mencari pendapatan tambahan. Pada artikel sebelumnya Stadion: Kumpulkan Orang, Kumpulkan Uang telah dijelaskan bagaimana sebuah klub memaksimalkan pendapatan dari stadion yang mereka miliki. Salah satunya dengan hak penamaan stadion mereka.

Mengingat begitu luasnya pembahasan tentang hak penamaan stadion, maka tulisan akan dipecah menjadi tiga pembahasan. Yang pertama: Alasan Pendorong, kedua: Sejarah, ketiga: Proses Perjanjian, dan keempat: Mekanisme Pembayaran.

Hak Penamaan Stadion (1): Alasan Pendorong

Tak diragukan lagi, alasan pendorong utama sebuah klub menerima perjanjian hak penamaan stadion adalah faktor keuangan. Sebuah klub sepak bola adalah unit bisnis yang boros pengeluaran, yang memiliki banyak tuntutan keuangan. Sebut saja untuk transfer pemain, gaji untuk pemain, pelatih beserta staf, karyawan, dan para staf manajemen, lalu untuk pemeliharaan stadion, perjalanan tandang, dan banyak lagi.

Tentu klub yang ingin berprestasi tinggi juga harus membeli bakat-bakat terbaik, pelatih bertangan dingin, fasilitas stadion yang bagus yang sayangnya semua itu harus didapat dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Sebagai contoh Real Madrid memiliki belanja pemain pemain besar setiap musim. Pada musim 2013-14 total belanja transfer Madrid sebanyak 166 juta Euro, sedangkan semusim berikutnya menggelontorkan 137 juta Euro.

Untuk itulah klub melakukan segala upaya untuk memaksimalkan pendapatannya. Klub secara tradisional memeroleh pendapatan melalui tiket penonton, kontrak televisi, sponsor jersey, penjualan pemain, merchandise, dan hadiah kompetisi.

Dewasa ini, banyak klub mencari cara untuk memaksimalkan semua aliran potensi pendapatan dengan cara yang dulunya tidak umum ditempuh, yakni mengganti nama stadion sebagai celah untuk mendapatkan dana besar atau untuk merenovasi atau memiliki stadion baru yang lebih besar kapasitasnya dan lebih modern.

Sungguh menggiurkan yang akan diterima Madrid jika mau mengganti nama Santiago Bernabeu, stadion yang sudah menjadi kandangnya sejak 1947. Santiago Bernabeu menjadi nama stadion sejak 1955, berpeluang besar berganti nama demi untuk mendapatkan dana sekitar 400 juta hingga 500 juta Euro selama 20 tahun kerja sama.

Jika keuangan menjadi alasan pendorong sebuah klub untuk merelakan nama stadionnya berganti nama menjadi nama sponsor. Maka alasan pendorong apa yang dipakai sponsor untuk menggelontorkan banyak uang demi brand-nya menjadi nama stadion?

Alasan keuangan ini juga berlaku untuk sponsor karena mereka juga berusaha untuk meraih keuntungan yang lebih besar dari investasi yang mereka tanamkan. Untuk tujuan jangka pendek, sponsor sangat sadar akan pentingnya kompetisi. Sedangkan tujuan utama jangka panjang bagi sponsor adalah untuk meningkatkan atau membangun kesadaran merk (brand awareness). Membuat brand tersebut mendapat liputan luas dari media setiap saat stadion tersebut diperbincangkan.

Jadi bukan suatu kebetulan jika sponsor dari penamaan stadion merupakan pelaku-pelaku bisnis dari industri yang mapan, Jasa keuangan (misalnya Stadion Allianz Arena - Bayern Munich, Stadion Aviva - Irlandia) dan Maskapai Penerbangan (Emirates - Arsenal, Etihad - Manchester City).

Aspek brand awareness sangat menarik bagi perusahaan-perusahaan yang belum membentuk pijakan yang signifikan ke pasar dan ingin menantang kompetitor yang lebih terkenal. Anda boleh memiliki produk dan jasa berkualitas top, dengan harga yang mewakili nilai produk dengan sangat baik dan dengan dukungan produk yang memiliki layanan yang mumpuni, tetapi Anda membutuhkan brand awareness supaya penjualan produk hebat Anda tersebut optimal.

Inilah yang menjadi dasar keputusan Emirates Airline untuk menjadi sponsor stadion baru Arsenal, dengan kesepakatan senilai 45 juta poundsterling selama 15 tahun dimulai sejak 2006. Hasilnya adalah pengakuan nama Emirates dan penjualan pun tumbuh secara eksponensial (baik di Inggris dan di seluruh dunia) sejak kesepakatan diberlakukan.

Nah, sekilas seperti itulah alasan-alasan pendorong dari dua pihak yang bekerja sama dalam hak penamaan stadion. Pada tulisan selanjutnya, kami akan bercerita tentang Hak Penamaan Stadion dari aspek sejarah.



klik untuk memperbesar gambar


Penulis : Aji Wibowo (@Adjiok)

Search


Top Posts

Twitter

Twitter Footballicious Facebook Footballicious Youtube Footballicious Linkedin Footballicious