blog

Kaitan Antara Performa dan Nutrisi

24 Feb 2015 - www.thefootballicious.com




Dalam 20 tahun terakhir terjadi perkembangan yang luar biasa dalam pemahaman terhadap pentingnya kontribusi nutrisi pada kesehatan dan perfoma fisik. Banyak sekali riset yang telah dilakukan terutama pada berbagai jenis penyakit dan faktor kesehatan yang bisa memengaruhi penampilan fisik seorang atlet. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kebiasaan makan atau asupan gizi yang tidak baik dapat memengaruhi performa seorang atlet, menghambat perkembangan latihannya, mengurangi kemampuan fisik dan bisa menimbulkan jenis-jenis penyakit seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung dan bahkan kanker.

Sekarang banyak sekali nasehat kesehatan terkait aturan mengonsumsi makanan yang dapat dipilih untuk menghindari penyakit, kemampuan fisik seseorang dan lain-lain. Hal ini menyebabkan banyaknya rekomendasi untuk melakukan diet. Jadi, inti dari hubungan antara performa dan nutrisi ialah meminimalisakan penggunaan suplemen dan menggantinya dengan memberi secara specific dietary sesuai dengan kebutuhan dari latihan fisik (Physical Exercise).

Ada peribahasa yang mengatakan “what comes out is better than what goes in”. Kebutuhan dari seorang atlet saat berlatih berbeda-beda karena tergantung dari jenis olahraganya. Beraneka ragam kebutuhan yang diperlukan dari sebuah athletic exercise ini bisa diartikan sebagai sebuah stresses (tekanan) yang dapat menyebabkan ‘nutritional strain’. Training (latihan) sangat penting dalam sebuah lifestyle seorang atlet. Dalam sebuah latihan yang berat seorang atlet mungkin akan mengeluarkan 30% dari total seluruh energi yang dibutuhkan selama 24 jam. Hal ini menyebabkan High Power output atau jumlah energi yang keluar memiliki implikasi di dalam penyerapan energi dan kebutuhan cairan tubuh.

Karbohidrat yang secara spesifik adalah bahan bakar menjadi sebuah kewajiban untuk selalu diisi dan diganti terutama dalam sebuah olahraga yang memiliki power output yang tinggi. Pada saat melakukan exercise, Glycogen yang berada di otot tersedia dalam jumlah yang sedikit dan bila digunakan dengan latihan tempo tinggi akan cepat sekali habis. Ini menyebabkan rasa kecapekan yang cukup tinggi dan bila glycogen (karbohidrat tersedia) habis maka otot-otot akan bekerja melewati kapasitasnya, hasilnya adalah overtraining. Untuk itu diperlukan strategi khusus dalam mempersiapkan makanan sebelum berlatih, saat berlatih dan setelah berlatih.

Demikian pula dengan keringat. Kehilangan cairan tubuh melalui keringat mengakibatkan tubuh kehilangan garam, potassium, magnesium dalam jumlah yang besar. Yang menguntungkan ialah vitamin tidak hilang melalui keringat. Protein terpakai secara sedikit dalam olahraga dan banyak terutama saat recovery. Jumlah protein yang perlu dikonsumsi pun sedikit lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga.

Jadi nutrisi jangan dikonsumsi asal-asalan tetapi harus sesuai dengan kebutuhan dan jenis exercise. Pada dasarnya tidak ada suplemen yang bisa dikonsumsi secara instan untuk menghasilkan energy. Kekuatan, stamina dan energy didapatkan dari pembagian secara spesifik untuk jenis olahraga yang dilakukan.



















Penulis : Matias Ibo (@MatiasIbo)

Matias Ibo adalah Sport Physio, Sport Exercise + Nutrition, Lower Limb Specialist and Sport Consultant

Search


Top Posts

Twitter

Twitter Footballicious Facebook Footballicious Youtube Footballicious Linkedin Footballicious