blog

Olahragawan dan Jejaring Sosial

14 Jan 2011 - Footballicious




Beberapa tahun yang lalu kita pernah mengalami booming Friendster, salah satu jejaring sosial (social network) pertama yang terlaris. Baru setelah itu muncul Hi5, Myspace, Tagged, Bebo, dan sekarang banyak orang menggemari Facebook serta Twitter. Setelah Revolusi Industri berlalu, bisa dikatakan saat ini adalah masa Revolusi Digital, kemudahan mengakses internet melalui berbagai piranti bergerak semakin membuat pengguna jejaring sosial membludak.

Saat ini jejaring sosial semakin berperan penting dalam promosi dan pemasaran seorang bintang olahraga ataupun sebuah tim olahraga. Karena itu, Facebook yang merupakan situs jejaring sosial nomer satu dunia juga merupakan sebuah barometer kepopuleran dan keberhasilan pemasaran. Dari 6,9 milyar penduduk bumi saat ini, satu dari 14 orang mempunyai Facebook (semua usia), dan satu dari 9 orang dewasa mempunyai Facebook. Bahkan di negara-negara barat yang cukup besar, satu dari dua orang mempunyai akun Facebook.

Sekitar dua bulan yang lalu, tim olahraga yang paling banyak mempunyai fans di Facebook adalah klub sepakbola Galatasaray FC dari Turki dengan total fans 4,5 juta orang. Ternyata sekarang klub sepakbola Barcelona FC dari Spanyol berhasil unggul dengan cukup jauh yaitu 6.235.576 orang dibandingkan urutan kedua saat ini klub sepakbola Real Madrid 5.237.412 orang fans, dan urutan ketiga Galatasaray 4.621.015 orang fans.

Hal ini membuktikan bahwa tim pemasaran Barcelona bergerak cepat dan efektif dalam menaikkan popularitas dan jumlah pendukung di Facebook. Dari data terakhir di situs www.famecount.com mereka berhasil menambah 25 ribu fans satu hari terakhir, atau 210 ribu fans dalam waktu seminggu terakhir, atau 1,1 juta fans sebulan terakhir.

Berikut 20 tim olahraga paling populer di Facebook saat tulisan ini diturunkan : Barcelona FC, Real Madrid FC, Galatasaray FC, Manchester United, LA Lakers, Liverpool FC, Fenerbahce, New York Yankees, Chelsea FC, Arsenal FC, Besiktas, Boston Celtic, AC Milan, Dallas Cowboys, Boston Red Sox, The Pittsburgh Steelers, Boca Junior, England, New England Patriots dan{jcomments on} Chicago Bears.

Olahragawan terpopuler di Facebook adalah : 1. Cristiano Ronaldo (14, 3 jt), 2. David Beckham (5,4 jt), 3. Michael Jordan (5,1 jt), 4. Kobe Bryant, 5. Roger Federer, 6. Rafael Nadal, 7. LeBron James, 8. Fernando Torres, 9. Michael Phelps, 10. Maria Sharapova, dan diikuti oleh Valentino Rossi, Kaka, Andres Iniesta, Usain Bolt, John Cena, Steven Gerrard, Wayne Rooney, Travis Prastana, Pau Gasol, dan Lance Armstrong.



Hampir semua akun Facebook para atlet diatas tidak ditangani oleh pemilik aslinya, melainkan diurus oleh asisten atau pihak Public Relation. Kesibukan membuat mereka tidak bisa terus menerus update status, memasukkan foto, dan membalas pertanyaan penggemar. Juga tidak semua atlet terpopuler tertarik untuk mempunyai akun Facebook, jadi kita tidak bisa menelan mentah-mentah daftar diatas sebagai barometer sesungguhnya daftar popularitas seluruh atlet. Tapi juga tak bisa dipungkiri, jumlah basis fans mereka adalah hal yang nyata dan bukan hasil rekayasa.

Kini banyak selebriti dan olahragawan yang ikut menjadi pecandu jejaring sosial. Banyak kalangan yang mencibir kondisi tersebut hanyalah salah satu upaya mendongkrak popularitas, atau salah satu upaya mereka untuk membanggakan diri sebagai yang terhebat dan ingin mendapatkan pujian langsung dari penggemarnya. Tapi sebenarnya apakah ada faktor lain yang menyebabkan mereka begitu menyelami “mainan” ini?

Hampir sebagian besar atlet yang menggunakan jejaring sosial untuk berinteraksi dengan fans, berpendapat bahwa cara ini cepat, mudah, aman, dan menyenangkan. Alasan lain adalah ingin isi hati mereka langsung mencapai para penggemar tanpa disaring terlebih dahulu oleh media massa. Mungkin hal ini juga disebabkan oleh terlalu banyaknya berita yang dipelintir oleh pers untuk mencari sensasi, dan para atlet lebih memilih mengeluarkan klarifikasi secara langsung melalui jejaring sosial.

Salah satu jejaring sosial yang paling banyak dikelola langsung oleh para atlet tersebut adalah Twitter, penyebabnya karena Twitter mudah dibuka di komputer, telepon genggam, dan dapat dilakukan di sela-sela waktu santai dimanapun. Perkembangan Twitter sebagai jejaring sosial cukup pesat, walaupun fitur yang ditawarkan tidak selengkap yang lain, demikian juga jumlah atlet yang menggunakan Twitter semakin banyak.

Saat ini selebriti yang mempunyai jumlah follower terbanyak di Twitter adalah Lady Gaga (7 jt), disusul oleh Britney Spears (6,2 jt), dan Aston Kutcher (6 jt). Untuk kategori olahragawan, Shaquille O’Neal merupakan atlet peringkat satu di Twitter atau peringkat 19 secara keseluruhan dengan jumlah follower 3,3 juta orang. Atlet balap sepeda Lance Armstrong berada di peringkat 2, atau 30 keseluruhan dengan jumlah follower 2,6 juta orang, disusul oleh pesepakbola Kaka dari Real Madrid di urutan 42 keseluruhan dengan jumlah follower 2,2 juta orang. Daftar selanjutnya adalah Tony Hawk, Serena Williams, Dwight Howard, Ryan Sheckler, Paul Pierce, Reggie Bush, dan Chad Ochocinco Johnson.

Satu masalah terbesar di dunia maya adalah banyaknya akun palsu yang mengklaim dirinya sebagai sebagai orang terkenal. Pernah ada kasus di bulan Mei 2009, Manajer tim bisbol St. Louis Cardinals, Anthony La Russa, menuntut Twitter Inc karena ada orang yang membuat akun Twitter, mengaku sebagai La Russa, dan mengeluarkan beberapa komentar yang tidak mengenakkan. Untunglah saat ini Twitter telah melakukan langkah yang penting dengan membuat bagian khusus “Verified Account” untuk akun-akun yang telah resmi diakui sebagai akun milik orang terkenal.

Contoh lain dari problem dunia maya adalah kekhawatiran sebuah klub jika para pemainnya menyerang perangkat klub tersebut seperti pelatih, bahkan pemilik klub. Pemain sepakbola Liverpool FC asal Belanda, Ryan Babel, sempat ditegur oleh manajemen klub karena dia “curhat” di Twitter karena dia tidak disertakan oleh pelatih Rafael Benitez dalam pertandingan yang akan datang. Sejak saat itu, Babel dilarang melakukan tweet yang berhubungan dengan klub Liverpool FC.

Klub sepakbola Manchester United melarang para pemainnya mempunyai akun jejaring sosial, dan beberapa akun Facebook milik Wayne Rooney, Ryan Giggs dll harus ditutup. Entah kenapa, akun Twitter Rio Ferdinand tidak dipermasalahkan oleh klub, dan bahkan saat banyak yang meragukan keaslian akun tersebut, Rio sempat melakukan tweet langsung ketika diwawancarai sebuah stasiun radio.

Banyak organisasi olahraga di Amerika Serikat seperti NBA, NFL, MLB dan NHL melarang pemain melakukan tweet sejak 45 menit sebelum pertandingan, selama pertandingan, sampai pemain selesai berbicara dengan media setelah pertandingan berakhir. Rookie klub basket Milwaukee Bucks, Brandon Jennings, pernah didenda oleh NBA sebesar US$7.500 karena langsung melakukan tweet yang menyuarakan kegembiraannya setelah timnya menang dalam dua kali perpanjangan waktu.

Walaupun banyak contoh masalah yang menimpa jejaring sosial dengan para olahragawan, ternyata masih banyak yang mencintai fitur ini. Pemain sepakbola klub Sunderland Darren Bent, bahkan pernah menampilkan nama akun dan logo Twitter di sepatu sepakbolanya.


Search


Top Posts

Twitter

Twitter Footballicious Facebook Footballicious Youtube Footballicious Linkedin Footballicious